Minggu, 16 Juni 2013

KONTRUKTIVISME DAN TEORI KRITIS



BAB II
PEMBAHASAN
A. Konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan satu diantara faham yang menyatakan bahwa positivisme dan postpositivisme merupakan paham yang salah dalam mengungkapkan realitas dunia. Karena itu, perangkat berfikir kedua paham tersebut harus ditinggalkan dan diganti dengan paham yang bersifat konstruktif. Paradigma ini, muncul melalui proses yang cukup lama setelah sekian generasi ilmuwan berpegang teguh pada paradigm positivisme. Konstruktivisme muncul setelah sejumlah ilmuwan menolak tiga prinsip dasar positifime :[1]

ISLAM DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Islam dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Sejak Islam lahir di muka bumi ini, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad ketika diutus oleh Allah sebagai rasul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, kemudian Islam datang menawarkan cahaya penerang yang mengubah masyarakat Arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.

DATA POSITIF EMPIRIS dan LOGIKA INDUKSI

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Positifisme Empiris August Comte
a.       Biografi August Comte

FENOMENOLOGI



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Fenomenologi
Fenomenologi (Inggris: Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

SEJARAH ILMU DAN PENGETAHUAN



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Perkembangan Ilmu
Sebelum memaparkan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, sedikit menjelaskan tentang pengertian Ilmu dan Pengetahuan. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sementara itu, pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu. Jadi ilmu lebih khusus daripada pengetahuan, tetapi tidak berarti semua ilmu adalah pengetahuan.[1]

METODE QAWAID DAN TARJAMAH



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Metode Qawaid dan Tarjamah
1.       Pengertian Metode Qawaid dan Tarjamah
Metode ini merupakan  gabungan dari  metode Gramatika dan metode Terjemah. Dalam  metode ini adalah mempelajari bahasa asing  yang  menekankan qawaid atau kaidah-kaidah bahasa untuk mencapai  keterampilan  membaca, menulis, dan  menterjemah. Metode dapat dibilang edial dari  pada salah  satu  atau  keduanya dari metode ini (gramatika dan terjemah), terlebih dahulu diajarkan dan kemudian pelajaran menerjemah dan pelaksanaannya pun sejalan.[1]

Senin, 13 Mei 2013

PENGOLAHAN HASIL EVALUASI



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Teknik Pengolahan Nilai
Dari pelaksanaan penilaian (melalui pengukuran atau tidak) dapat dikumpulkan sejumlah data atau informasi yang dibutuhkan dalam evaluasi hasil belajar. Data yang terkumpul dari penilaian dengan teknik tes akan berupa data kuantitatif, sedangkan teknik non tes akan menjaring data kualitatif maupun kuantitatif sekaligus. Data yang terkumpul baik melalui teknik tes maupun teknik non tes merupakan data mentah yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Kegiatan mengolah data yang berhasil dikumpulkan melalui kegiatan penilaian inilah yang disebut kegiatan pengolahan hasil penilaian.